Cilacap-Setiap calon anggota legislatif (caleg) kini dihadapkan pada persaingan yang sangat ketat. Tidak hanya bersaing dari satu partai, tapi juga bersaing dengan caleg dari partai lain.
Adanya persaingan yang ketat tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan ledakan politik uang pada Pemilu 9 April 2009 mendatang. Mengingat, politik uang merupakan salah satu bentuk pelanggaran pemilu maka panitia pengawas (panwas) pemilu harus mengantisipasinya.
”Pengawasan harus dilakukan pada malam pemungutan suara atau H-1. bahkan kalau bisa, panwas harus bisa mengungkap setiap bentuk pelanggaran tersebut” kata Nasrulloh, Tim Media DPD PKS Cilacap, Jum’at (27/3).
Menurut dia, pemilu kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Pada pemilu sebelumnya, caleg terpilih ditentukan berdasarkan nomor urut.
Tapi kali ini ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Dengan adanya perubahan metode ini maka persaingan caleg dulu hanya terjadi saat pendaftaran di parpol.
Persaingan Melebar
Tapi sekarang persaingan semakin melebar dan panjang hingga sampai ke tahap penetapan di KPU.
Kedua faktor ini berpotensi membuat caleg jadi gelap mata. Ditambah lemahnya bingkai etika dan pragmatismenya caleg dalam berpolitik. Kondisi ini akan memicu terjadinya ledakan politik uang. Bahakan cara itu terkesan sudah menjadi trend atau budaya baru dalam berpolitik bila ingin meraih jabatan publik.
Dulu persaingan antar parpol hanya terfokus pada caleg nomor jadi. Sekarang, persaingan merambah ke seluruh caleg dari semua partai. Tanpa peduli apakah caleg itu berada di nomor atas apa di nomor sepatu.
Kondisi tadi mengakibatkan mobilisasi sumber daya untuk meraih simpati publik melalui kampanye terbuka menjadi kurang diminati. Hal itu terlihat dari kurang maksimalnya partai besar untuk memanfaatkan momentum tersebut.
Suara Merdeka Sabtu 28 Maret 2009